Selamat Datang

Banner

Ads
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Nokia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nokia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Oktober 2013

Cara MeRevoke Aplikasi Pihak Ketiga Twitter

Twitter
Pihak ketiga twitter seperti TweetDeck, Dabr, Mobile web dan lain-lain pasti akan menguntungkan para pengguna Twitter yang menggunakannya. Karena dengan aplikasi pihak ketiga ini pengguna akan lebih merasa nyaman dan memiliki fitur yang lebih dari Twitter. Namun, aplikasi pihak ketiga itu juga dapat merugikan apabila si developers malah menggunakan permission pengguna nya untuk melakukan hal spam.

Cara Revoke Third App Twitter

  1. Login di Twitter
  2. Pergi ke setting
  3. Klik Application
  4. Revoke aplikasi yang tidak digunakan
  5. Coba refresh
  6. Selesai

Heading 1

Heading 2

Heading 3


Test BlockQuote

Pihak ketiga twitter seperti TweetDeck, Dabr, Mobile web dan lain-lain pasti akan menguntungkan para pengguna Twitter yang menggunakannya. Karena dengan aplikasi pihak ketiga ini pengguna akan lebih merasa nyaman dan memiliki fitur yang lebih dari Twitter. Namun, aplikasi pihak ketiga itu juga dapat merugikan apabila si developers malah menggunakan permission pengguna nya untuk melakukan hal spam.

Test UnOrder List 

  • Noval Bintang
  • Mas Bintang
  • @mnovalbs
  • @novalbintangs
  • SJUTA IT

Otobiografi Mantan CEO Ungkap Sebab Kejatuhan Nokia


Sejumlah kesalahan dan kegagalan diakui sebagai penyebab jatuhnya Nokia dari panggung tertinggi pasar teknologi telekomunikasi global. Kegagalan membaca perubahan kebutuhan konsumen adalah salah satunya.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) Nokia, Jorma Ollila, mengungkapkan sederet kesalahan dan kegagalan Nokia itu dalam buku otobiografi yang jika diterjemahkan berjudul Sukses yang Mustahil. Perusahaan yang bermarkas di Helsinki, Finlandia, itu, menurut Ollila, telah gagal sejak 2001 untuk mempertahankan peran sebagai inovator utama telepon seluler.

Dikutip dari AP, Kamis (17/10/2013), Ollila menggambar dalam otobiografinya bahwa beberapa produk keluaran Nokia adalah produk gagal. Kegagalan membaca konsumen, sebut dia, misalnya soal tren telepon seluler model buka tutup (clamshell) dan layar sentuh (touch screen).

Lewat buku otobiografi ini, Ollila menegaskan bahwa Nokia adalah peringatan menyakitkan tentang ketertinggalan teknologi perangkat lunak dan jawaban atas tantangan teknologi lainnya. Menjual Nokia pada "lawan bebuyutan" Microsoft merupakan kejadian dramatis dan berani.

Nokia berdiri pada 1865 di Finlandia, meski bukan bermula dari bidang teknologi informasi, apalagi teknologi seluler. Sampai akhir 2012, perusahaan ini telah memiliki 100.000 tenaga kerja di 120 negara.

Produk Nokia menembus pasar 150 negara. Penurunan kinerja penjualan Nokia mulai terjadi pada 2001. Pasar mereka pelan-pelan terus tergerus produk telepon pintar, dimulai oleh BlackBerry, iPhone, dan Samsung.